RSS Feed

Author Archives: lucywiryono

NEW logo!

Posted on

20120531-055815.jpg

Guys, ini adalah logo baru : Holycow! STEAKHOUSE by Chef Afit

Sekali lagi gue ingatkan bahwa, untuk sementara ini lokasi outlet kami hanya ada di Jl.Bhakti no.15,Senopati. Belum ada di lokasi lain.

Account twitter resmi untuk outlet kami adalah : @steakholycow , facebook fanpage : www.facebook.com/HolycowSteakhouse

Selain account SocMed di atas, tidak ada hubungannya dgn outlet milik kami.

Masih ada yg bingung? Colek gue di twitter (@lucywiryono) atau di blog ini ya :)

Keterangan ini perlu gue berikan supaya kalian juga gak bingung. Mohon disampaikan juga ke yg lain ya. Thank you :)

Holycow! STEAKHOUSE by Chef Afit

Posted on

Sehubungan dengan pemisahan usaha, terhitung sejak 10 Mei 2012 account twitter (at)holycowsteak dan seluruh social media account dan email yg berhubungan (facebook, instagram, foursquare) dinonaktifkan dan tidak akan digunakan lagi.

Outlet yang berlokasi di Jl. Bhakti no 15, Senopati berubah nama menjadi Holycow! Steakhouse by Chef Afit berada di bawah kepemilikan Afit Dwi Purwanto dan Lucy Wiryono. Di bawah naungan PT. Holycow! Danadipa Indonesia.

Apabila ada outlet lain yg menggunakan nama Selain nama Holycow! Steakhouse by Chef Afit, bukanlah berada di bawah kepemilikan kami dan bukan merupakan tanggung jawab kami.

Untuk selanjutnya, pembukaan outlet baru di lokasi lain akan menggunakan nama Holycow! Steakhouse by Chef Afit.

Dengan perubahan ini kami membawa semangat baru untuk memberikan pelayanan terbaik utk Carnivores.

You’re about to be indulged by NEW ideas, creations, spirit of serving you to the fullest from Holycow! Steakhouse by Chef Afit.

Sincerely,

Lucy Wiryono
Owner
Holycow! STEAKHOUSE by Chef @aafit

Follow us : @steakholycow
Fanpage: www.facebook.com/HolycowSteakhouse
Email : steakholycow@yahoo.com
Address : Jl.Bhakti no.15, Senopati
Phone : +6221 5270673

20120512-121754.jpg

Significant Support

Posted on

“yang bikin gue yakin untuk membuka Holycow! Steakhouse adalah : ya dukungan dari istri lah”
Itu kata suami gue, Afit di salah satu acara TV yg pas lagi ngebahas gimana awal mula berdirinya Holycow! Steakhouse.

Seperti yang mungkin pernah lo baca di postingan gue sebelumnya. Pas 2010 saat Afit baru kepikiran mau buka Holycow! Steakhouse, dia emang berkali-kali nanya ke gue : “kamu support gak? Karena kalo kamu gak support percuma nih..takut gak berkah gue”—-> ada kali Afit nanya ini hampir tiap hari. Kaya kaset rusak *jiaaah..kaset! Ketauan generasi 80an*

eniweiiii…tentulah gue support. Asal dengan catatan niat usahanya harus lurus dan bawa manfaat positif buat orang lain.

Bentuk dukungan memang bukan hanya sekedar restu, tapi juga siap mencurahkan tenaga dan pikiran.
Afit sebagai pencipta resep Holycow! Steakhouse tentunya udah sangat harus fokus di masakan yg disajikan di warung kita. Jadi gue lah yang jd partnernya Afit untuk memikirkan semua gimmick marketing, hubungan dengan media sampai urusan public relation..sampe melatih kemampuan public speaking karyawan pun gue jabanin juga.

What I’m trying to say is, your spouse’s support means a lot!

Kebayang gak? Pasangan kita udah kerja keras cari nafkah tapi kitanya bukan mendukung malah banyakan mengeluhnya. Pasangan pulang kerja bukannya dapet senyum malah dicemberutin.

Bentuk dukungan itu banyak kok. Tenaga boleh, pikiran boleh, bahkan yang paling sederhana kita bersedia mendengarkan keluhan dan siap bertukar pikiran dan ngobrol dengan pasangan kita. Minimal kita bisa menciptakan suasana yang teduh dan nyaman utk pasangan kita.

Tentunya bentuk support yang paling sederhana sekaligus paling dahsyat adalah terus mendoakan pasangan kita utk bisa terus semangat menjalankan usaha/pekerjaannya.

Kalo sukses kan kita juga yang seneng toh?
*bikin list shopping*

Hihihihihihi…

20120508-093302.jpg

MotoGP 2012

Posted on

MotoGP 2012 udah digelar 3 kali ( Losail, Jerez dan Estoril ). Sejauh ini di era 1000cc gak banyak perubahan yang terjadi. Tadinya sih gue berharap musim ini akan jauh lebih kompetitif.
Tapi kenyataannya ? Stoner, Lorenzo, Pedrosa masih mendominasi. Rossi dan Hayden? Masih kepayahan dengan Ducati nya.
Pas di Jerez kemarin malah sempet terdengar selentingan Rossi udah putus asa karena udah gak tau lagi mesti ngapain dgn tunggangannya. Bahkan di www.crash.net , Stoner sempat komentar juga bahwa Rossi terlalu lama beradaptasi dgn Ducati. Bahkan Stoner mengklaim Hayden pernah bilang settingan Ducati yg skrg ini adalah yg terbaik.

Emang sih pas di Jerez kmrn, Hayden bisa sampe di posisi 3 di starting grid. Tapi pas race? Ternyata…semua bisa melihat dgn sangat jelas bahwa Hayden masih kesulitan menunggangi Ducati terutama saat masuk tikungan. Keliatan banget kok kerepotan. Pas keluar tikungan apalagi…gak ada tenaganya!
Hasilnya di Jerez pun Rossi dan Hayden beda tipis. Padahal Rossi start di 13 loh :D

Baru 3 seri, tapi kok rasanya udah bisa ketebak siapa2 aja yg akan jd langganan podium tahun ini.
Salah satu hiburan gue di motoGP adalah liat penampilan Crutchlow yg memang tampil sangat baik sejauh ini.
Semoga aja deh motoGP bisa lebih kompetitif, jd kita bisa liat race yang seru!

We miss the action!

Cobaan

Dulu gue selalu mikir, cobaan itu bentuknya pasti hal-hal yg bikin kita sedih, kesel, marah atau putus asa.

Coba diinget-inget. Saat kita lg dalam situasi yg amat sangat gak enak, akan lebih gampang untuk mengingat Tuhan. Entah itu untuk mempertanyakan Tuhan kenapa kita diberi cobaan ini? Atau yg paling banyak orang lakukan adalah : minta pertolongan Tuhan. Minimal kita minta diberi kesabaran untuk menghadapi cobaan. Ya kan?

Saat kita senang, sukses, berkecukupan…masih ingatkah kita akan Tuhan? Ingatkah kita untuk mengucap syukur?
Manusiawi sekali. Saat kesuksesan itu datang, kita seakan merasa bisa mencapainya krn hasil kerja keras kita sendiri. Kita terlalu sibuk menikmati kesenangan dan seakan dibutakan oleh pujian dr orang lain. Tuhan seakan hanya jd perahu sekoci yg kita ingat saat kita hampir tenggelam.

Happy New Year 2012!

Rasanya hampir semua orang di muka bumi ini gembira menyambut bulan Desember. Bulan yang identik dengan perayaan pergantian tahun. Perayaan keberhasilan dari kerja keras yang telah dilakukan sepanjang tahun. bahkan untuk yang target atau cita2nya meleset tahun ini,
pergantian tahun seakan memberikan kesempatan baru untuk mencoba lagi.

Untuk saya pribadi, momen pergantian tahun bukan hanya sekedar pesta-pesta atau selebrasi belaka seperti waktu muda dulu. Sekarang, menjelang pergantian tahun saya lebih banyak merenenungkan apa yang sudah saya lakukan tahun ini dan apa rencana saya di tahun yang akan datang. Di kepala saya sudah berlalu lalang sejumlah rencana, baik untuk saya pribadi,keluarga dan juga usaha saya : Steak Hotel by Holycow!

Saya pribadi targetnya tidak banyak : jadi istri dan mommy-in-chief yang lebih baik lagi. Untuk Steak Hotel by Holycow! sendiri, menerapkan standarisasi yang sudah kita pelajari di outlet terbaru kita di Singapore untuk segera diterapkan di outlet yang ada di Jakarta. Sederhana aja targetnya, tapi pelaksanaannya saya yakin tidak akan mudah. Tapi saya optimis bisa mewujudkannya.

Optimisme menghadapi tahun yang baru tentu diperlukan. Apalagi jika kita sudah menyusun sejumlah target. Buat saya, target itu diibaratkan relnya, saya lokomotifnya dan optimisme adalah bahan bakarnya.
Sebuah target tanpa optimisme akan terasa begitu berat dicapai. Kadang untuk bisa mencapai target yang sudah kita tentukan, perlu usaha beberapa kali untuk bisa benar2 mewujudkannya.

Apa sih rencana atau resolusi anda di tahun depan? ingin punya bisnis, ingin naik jabatan, ingin jadi ibu yang lebih baik? ingin lebih rajin olahraga?
Anda bebas menentukan apapun target atau rencana anda di tahun mendatang, jangan lupa siapkan juga rasa optimisme yg luar biasa banyak sebagai bahan bakarnya.
Kenapa harus banyak? karena akan banyak hal di luar sana yang mungkin akan memperlambat langkah anda mencapai target tapi optimisme akan terus membantu melangkah tanpa henti.

Eh tapi..jangan salah loh..seperti halnya target, optimisme tentunya juga harus realistis. Contoh target tidak realistis : Saya punya target untuk jadi istri Pangeran William tahun depan! Tentunya ini sangat tidak realistis,kecuali saya siap cakar-cakaran dengan Kate Middleton dan rela dikutuk jadi patung sama suami saya..hihihi…..

Pada akhirnya semuanya harus disesuaikan dengan kemampuan kita, kalau targetnya terlalu tinggi dan di luar kemampuan, kita juga akhirnya yang nanti akan kecewa.

Tidak perlu mengandalkan ramalan horoskop awal tahun bahkan penerawangan paranormal untuk punya optimisme. satu-satunya orang di dunia yang bisa meyakinkan kita bahwa rencana2 yang sudah disusun akan bisa terlaksana dengan baik adalah : diri kita sendiri. optimis? harus! :)

Selamat Tahun Baru 2012 :)

*tulisan ini khusus gue tulis untuk Majalah AyahBunda*

no tomorrow

When you’re about to get angry at someone..

And feel like you want to get angry like there’s no tomorrow…

What if,

There’s really no tomorrow?

What if,

Tomorrow never comes.. And you can’t see that person ever again?

Harsh words would be your last words..

Sad.

in my mind…right this moment…

When you think you have too many problems….
Just remember, and always believe..God gave you so many blessings too…

listen to your inner self….

“Cuma segitu modalnya? gimana mau gede usahanya?”

“Jadi pengusaha itu mesti ada bakatnya!”

“Warungan doang? Segini aja tempatnya?”

“Ngapain ninggalin kerjaan lo sekarang…belom tentu bisnis lo berhasil”

Kira-kira itulah beberapa kalimat ‘pembunuh’ semangat wirausaha yg banyak kita denger sebelum mulai usaha kita. Temen, saudara, orang tua, rekan kerja, bahkan mungkin pasangan kita sendiri mungkin pernah bilang salah satu kalimat yang gue tulis di atas tadi.

Maksudnya sih mungkin cuma sekedar mengingatkan, supaya kita hati2 dan tidak gegabah dalam menjalankan bisnis. Tapi biasanya, setalah denger kalimat2 itu, bukannya malah hati2 eh…malah beneran berhenti niat bisnisnya. Padahal sebetulnya dalam hati, kita udah niat dan pengen banget punya usaha sendiri. Akhirnya kita mulai mengabaikan suara hati kita sendiri dan mengabaikan niatan berbisnis itu. Gak sedikit juga orang2 yang ‘nyesek’ karena melihat ide bisnis yang dulu ada di kepalanya, dijalankan oleh orang lain dan sukses.

Waktu awal kita buka Holycow! pun banyak kok suara2 yang modelnya begitu. Kayanya sih hampir semua orang mengalami hal yg sama saat akan memulai banting stir jadi pengusaha. Sebetulnya bukan cuma suara dari luar aja, bahkan suara hati kecil kita sendiripun kadang meragukan diri kita sendiri bahwa usaha kita akan berhasil.

Tapi dari yang gue alami, ternyata suara yang paling harus didengar adalah yg berasal dr hati kecil kita. Bukan berarti suara orang lain dicuekin juga…tapi menurut gue, harus kita sendiri yang menentukan langkah apa yang akan diambil. Pendapat orang lain dijadikan salah satu bahan pertimbangan, tapi jangan jadikan itu sebagai penentu. Your life…your decision

Pendapat orang lain pun harus bisa kita pilah-pilah. mana yang bisa dijadikan bahan pertimbangan, mana yang murni ‘pembunuh’ mimpi.

Kalau di dalam hati kita udah punya keinginan yang sangat besar utk punya usaha sendiri, jangan takut utk mewujudkannya. Jangan pernah takut untuk punya mimpi besar walaupun modal utk meraih mimpi itu kecil.


every big step starts with an inch-Anonymous-

Gak perlu juga nabung sampe gempor hanya untuk punya modal besar supaya bisnisnya bisa jalan. sesuaikan aja dengan modal yang ada. Karena dunia bisnis ini sangat dinamis, jangan sampe karena kita kebanyakan mikir, ragu2 akhirnya ide bisnis kalian malah dicomot orang lain. Kalo kata sebuah artikel di Forbes :


opening a business: better small and early, rather than big and late

Valencia 2011

Mungkin seri Valencia tanggal 6 November 2011 lalu adalah salah satu race yang paling berkesan selama gue jadi host motoGP di Trans7

Dari sebelum race dimulai, sejak free
practice
sepertinya hampir semua rider sibuk membuat tribute untuk Marco Simoncelli. Mulai dari design khusus baju balap,helm, fairing pada motor bahkan truck pengangkut Ducati pun tidak lepas dari nomor 58, nomor kebanggaan SuperSic.

Rencana one minute of silence pun sudah siap diubah jadi one minute of chaos sesuai dengan permintaan Paolo Simoncelli, ayah Marco. Gak kebayang sih akan seperti apa one minute of chaos itu. Yang jelas tribute itulah yang sangat ditunggu oleh semua penggemar motoGP di seluruh dunia.

Tribute For Simoncelli
Tribute ini memang direncanakan dilaksanakan sesaat sebelum semua race dimulai. Terlihat semua pekerja paddock, semua panitia race, jurnalis berjalan ke race track di Valencia. Semuanya..tanpa kecuali.
Yang bikin makin merinding, saat semua rider dari semua kelas (125cc, moto2, motoGP) keluar dengan menunggang motor andalannya dari paddock…semuanya menuju race track sirkuit Ricardo Tomo bergabung dengan seluruh keluarga besar motoGP lainnya…demi penghormatan terakhir untuk Simoncelli.
Semua rider mengelilingi track Valencia, terlihat Valentino Rossi satu2 nya rider yang tampail begitu maksimal dalam lap penghormatan itu. Rossi mengenakan kaos bertuliskan “58 SuperSic Supporter” lengkap dengan membawa bendera besar berlambangkan nomor 58. Benar2 mengharukan.
Semua rider lebur di track Sirkuit itu, motor mendiang pun juga ikut melakukan lap penghormatan itu. Legenda motoGP Kevin Schwantz yang menunggangi motor tersebut. Saat selesai mereka semua bergabung dengan seluruh pekerja motoGP. Motor-motor mereka dibariskan dengan rapi, dengan motor Honda Gresini milik Marco Simoncelli berada di barisan paling depan….spanduk besar bergambarkan Marco dengan tulisan Ciao Marco ditarik hingga memenuhi salah satu dinding besar di sirkuit itu. Semua rider berbaris, melepas helmnya…kembang api mulai bersahut2an di langit Valencia yang mendung hari itu.

*video lengkap Tribute For Simoncelli di youtube*

Belum cukup gue terharu melihat tribute itu, saat Michele Pirro rider Italia dr Tim Gresini menang di kelas moto2….gue juga makin terharu. Pirro mendedikasikan kemenangannya untuk Marco. Sang pemilik tim Fausto Gresini pun tak kuasa menahan haru.

Seolah hari itu memang didedikasikan khusus untuk Marco Simoncelli. Rider-rider dan semua pekerja paddock yang selama ini mungkin terlihat bersaing sengit di race track, tapi hari itu semuanya satu. Semuanya dirangkul rasa persaudaraan yang luar biasa untuk memberikan penghormatan terakhir untuk salah satu anggota keluarga mereka…Marco Simoncelli.

20111109-134920.jpg

20111109-134936.jpg

20111109-134948.jpg

20111109-134942.jpg

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 36 other followers