RSS Feed

I want to go back home, Dad…

Ini adalah kata2 dari Paolo Simoncelli, ayah Marco Simoncelli…..

“Marco was a very special person, and perhaps people have understood what he was like. If he had to swear he would, he was like that. Most of all he was honest, he was really pure,”

“On top of that he was a warrior, and maybe that’s why he died. Had he let the bike go…but last Sunday he wanted to win. He was again the Marco we had at the beginning of the season, but now he knew what to do, he knew everything.”

“Honestly I couldn’t believe it: it would be bullshit if I said I’m happy, but it pleases me. We didn’t realise all this, but it’s a very nice thing.

“Tomorrow evening, after the end of the funeral, we’ll be alone. It’ll be terrible. But now I have you and all the people that come visit us. That can only please us.

“Marco was always available with all the journalists, as with all the people that would come to disturb him while he was eating. In fact he would scold me when I complained. That’s how he was.

“Marco was never judged badly, he was always judged for what he was and for the way he presented himself. I loved him, and he loved me. Marco was great and that’s it. What a shame.

“He needed everything around him to work. He needed Aligi Deganello – his guru and chief technician – his team, and his dad, who would piss him off sometimes, as he would say. Before the start we would shake hands and hug. I did that on Sunday too, but I guess I got something wrong. It didn’t go as usual.

“He enjoyed all the simple things he had: he liked his house, his dog, the grass… in fact on Sunday he told me ‘I’m tired, I want to go back home’ because we had been away to prepare for Malaysia, which for him has always been difficult: nutrition, he took an ice bath to cool down before the race… It was perfect, he was sure he would do well. But he told me I want to go back home, dad.’”

20111026-060231.jpg

berlebihan?

Baiklah….gue harus buat pengakuan : GUE CINTA motoGP!

pertama kali gue dipercaya untuk jadi host motoGP di Trans7, terus terang gue deg2an. Bisa gak ya jadi host yang bagus? Karena gue tau persis, penonton setia motoGP pengetahuannya luar biasa. Gak bisa tuh dikasih host perempuan yang cuma cantik atau seksi tapi knowledge soal motoGPnya cetek. Pasti abis dicelain. Eh, mungkin enggak juga sih,tp berhubung gue gak cantik apalagi seksi, jd gue merasa perlu punya modal knowledge motoGP yg mumpuni.

Produser gue dulu ( Aria Radjasa ) justru malah ngerjain gue. Sebagai host baru, gue bukannya di-supply dengan materi obrolan yang banyak…eh, gue cuma dikasih rundown plus list entry rider . udah.itu ajah. Alesannya? si Pak Produser bilang : “Gue yakin lo gak akan mau terlihat bodoh di TV, jadi gue yakin lo pasti akan siapin materi sendiri. Lagian kalo lo ulik sendiri, lo akan nemuin sendiri asiknya motoGP” Eaaaaaaa…….

Dan dia BENAR sodara-sodara!

Prinsip utama gue sebagai host adalah : “You have to know what you’re talking about. Never fake anything. People will know” . makanya gue ulik dek tuh segala macem info soal motoGP, website, majalah, obrolan dengan temen2 wartawan, bahkan sama mamang-mamang ojek pun gue jabanin untuk tau lebih banyak soal motoGP. Termasuk detail perkembangan masing2 rider. Bukan cuma dari kelas motoGP, 125 cc, 250 cc, moto2 juga.
Lagian, gue yakin sebuah acara TV akan punya nilai lebih, kalo pembawa acaranya bener2 punya passion terhadap acara yg dibawain.

Jadi host motoGP di Trans7 buat gue memang salah satu cara utk cari nafkah, tapi bukan sekedar dateng ke studio…di make-up….terus siaran…dibayar. Lebih dari itu.
Apalagi gue udah kadung jatuh cinta sama motoGP, jadi kaya berasa nonton temen2 gue lagi race. Padahal kenal juga enggak sama rider2 itu. Yaelah…ketemu langsung juga belom pernah kali. Tapi ya begitulah adanya….

Pertama kalinya gue sadar bahwa gue punya keterikatan batin dengan motoGP adalah, saat Shoya Tomizawa rider moto2 meninggal dunia di 5 September 2010. Gue sedih, berasa kehilangan seorang teman. Lebih sedih lagi saat baca di web reaksi rider2 lain atas meninggalnya Tomizawa.

Makin tersadar lagi…kemarin…saat kita semua kehilangan Marco Simoncelli di sirkuit Sepang.
SuperSic salah satu rider favorit gue. Yah, gak sedikit juga orang yang sebel dengan gaya riding nya yang agresif. Bahkan di awal musim ini, Simoncelli pernah mendapat teguran dari pihak FIM. Pedrosa, Lorenzo bahkan Stoner pernah juga menyataan keberatannya akan riding style seorang Marco Simoncelli. Tapi kalo buat gue pribadi sih, motoGP justru jadi lebih berwarna karena ada SuperSic. Saat Lorenzo dan Stoner mendominasi…saat Rossi keribetan dengan Ducati nya….SuperSic memberikan penyegaran untuk motoGP. Tingkahnya yang apa adanya, rambut kribonya bener2 membedakan dia dr rider2 lainnya.

Mungkin kalian yang baca blog gue atau follow twitter gue menganggap reaksi kehilangan gue ini berlebihan. Kenal juga enggak sama Simoncelli, kenapa sampe segitunya? Segitunya karena memang secara emosional gue terlibat banget pas siaran motoGP plus gue juga termasuk tipe orang yang empatinya suka berlebih.

Yang paling bikin gue terharu adalah melihat kedekatan antar rider di semua kelas.
Rider2 125 cc, moto2 dan motoGP selama satu musim balap selalu bersama-sama. Buat kita yang penonton ini, kita hanya melihat mereka bersaing sengit di track balap…padahal di luar track…mereka semua seperti layaknya keluarga. Keluarga dekat yang jika ada sesuatu hal buruk terjadi dengan salah satu dr mereka, yag lain merasakan kepedihan yang sama.

Yah…itulah…kalo ngerjain sesuatu pake hati, hasilnya akan maksimal. tapi kalo terjadi sesuatu kebawa perasaan banget. jadi….berlebihan? yeah…that’s me :)

20111024-213617.jpg

Don’t play the blame game…please!

23 Oktober 2011….gue gak pernah nyangka, hari itu akan jadi salah satu hari terburuk sepanjang gue jadi host motoGP di Trans7.

Pas gue nganter ke LIVE race motoGP Sepang, gue dan Matteo masih stand by di studio. Seperti biasa kita menunggu sampe race dimulai dan menunggu beberapa saat sebelum kita nonton race nya di ruang tunggu. Itu sudah seperti perjanjian tidak tertulis antara gue dan Matteo karena kita mengantisipasi takutnya ada red flag, mengingat besarnya kemungkinan kecelakaan saat awal race. Kemarin pun juga begitu…tapi pas kita sampe di ruang tunggu…baru aja duduk, langsung kejadian kecelakaan tragis yang terjadi antara Marco Simoncelli, Colin Edwards dan Valentino Rossi.

RED FLAG!

Kita lihat di TV, Simoncelli terkapar tidak bergerak dengan helm terlepas. Perasaan langsung gak enak banget. Simpang siur berita yang kita terima. Sempat tersiar kabar, race akan dilanjutkan jam 16.45 waktu setempat. Kita sempet lega, krn artinya kalo race dilanjutkan Simoncelli baik2 saja. Matteo sempet bilang : “Kalau race di-cancelled ,artinya ada sesuatu yang gawat” . Sampai gue pamit siaran, kita cuma tau race motoGP Sepang dibatalkan, tapi tanpa ada informasi jelas tentang keadaan Simoncelli. Beberapa saat kemudian gue baru tau akhirnya Marco Simoncelli meninggal. Cedera di kepala, leher dan dadanya terlalu berat….dia tidak tertolong.

Banyak pendapat soal kecelakaan tragis ini, tapi salah satu yang paling mengganggu gue adalah adanya spekulasi yang menyudutkan Edwards dan Rossi. Padahal kalo mau dilihat lebih jeli lagi, keadaannya gak begitu.

Marco Simoncelli memang jatuh sendiri dari motornya, yang gue liat sih pas belok ke arah kanan di sektor 11 front end motornya hilang. Motornya oleng dan dia tidak bisa lagi mengendalikannya, sampai akhirnya motor itu terlepas…mengarah ke kanan yang kebetulan dari sebelah kanan juga ada Edwards dan Rossi yang melaju dengan kecepatan tinggi. Tabrakan tidak terhindarkan. Terlihat jelas Edwards dan Rossi dalam posisi yang tidak memungkinkan untuk menghindar.
Kalau kita lihat di replay yang tentunya juga di slow motion terlihat sangat jelas kok. Kebayang gak kejadian aslinya kaya apa? Kecelakaan maut itu terjadi dalam hitungan detik saja!

—–> sengaja gue gak posting foto kejadiannya atau link video yang menunjukkan terjadinya kecelakaan tersebut. Demi menghormati Marco Simoncelli.

Kepergian Simoncelli tentunya membuat kita semua penggemar motoGP sangat terpukul. Terutama untuk sesama rider motoGP, apalagi Valentino Rossi yang memang bersahabat dengan Simoncelli…tentunya ini sebuah pukulan berat baginya. Lebih berat lagi ketika ada orang di luar sana ada yang bahkan menyalahkan Edwards dan dia atas kematian Simoncelli.

Tapi ya susah juga, karena ada beberapa media yang menyebutkan bahwa Simoncelli meninggal krn terlindas Edwards dan Rossi. Akhirnya banyak orang yang langsung menyimpulkan bahkan menyalahkan mereka berdua. Padahal, yg komentar belum tentu nonton kejadiannya atau bahkan belum tentu memahami bagaimana motoGP.

Gue sih yakin penggemar motoGP sejati ngerti banget bahwa ini kecelakaan yang tidak bisa dihindari…dan bukan salah siapa-siapa.

Oya, ada satu lagi ding yang ganggu. Kemarin, saat pihak panitia mengumkan race dibatalkan…menurut informasi yg gue dapet penonton di Sepang kecewa. Mereka sampai melempari track dengan sampah. Sebuah hal yang sungguh gak terpuji. Mereka pasti tau dong ada kecelakaan yang terjadi? Apa gak tau? Gak tau lah….

Yang kita semua pasti tau…23 Oktober 2011….kita kehilangan Marco Simoncelli.

20111024-195320.jpg

track Sepang dihujani sampah oleh penonton

20111024-195407.jpg

seorang fans meletakkan bunga utk Simoncelli di Cattolica (kota kelahiran SuperSic)

20111024-195413.jpg

SuperSic di starting grid, sesaat sebelum motGP Sepang dimulai

Tribute To Super Sic….

You were a star…
You brought new sparks to motoGP….
Your riding style is one of a kind…just like your afro hair
You are indeed SUPER…. Super Sic…

Rest in Peace, Simoncelli……

20111024-061814.jpg

Public Service

di postingan kali ini, gue akan cerita tentang pengalaman Public Service di Singapore yg gue alami pas ngurusin dokumen2 yang hilang pas gue kecopetan di sana. Kali aja ada di antara kalian yang mengalami hal serupa jadi tau mesti gimana ngurusnya…tapi ya amit2 sih, jgn sampe kejadian *ketok kayu* *amit2* . Pengen sharing juga sih gimana pelayanan publik di Singapore.

Tanggal 12 Oktober 2011…..baru pertama kalinya dalam seumur hidup kehilangan paspor. Tas travel suami gue,digondol maling pas kita lagi makan siang di Food Republic,Wisma Atria Singapore! iya….di Singapore! sejujurnya kita memang gak pernah nyangka akan kecopetan negara itu. Memang Singapore negara dengan low crime rate but low crime rate doesn’t mean there isn’t no crime at all, right?

Pas kejadian, kita langsung cari manajer Food Republic . Lawrence, sang manajer dengan sangat koperatif menawarkan untuk melihat CCTV yg ada di lokasi tersebut. Sialnya, angle CCTV itu tidak menangkap posisi tempat duduk kita…jadi gak keliatan apa2. Tapi Lawrence memberikan alamat kepolisian, di mana kita bisa membuat laporan yang nantinya bisa digunakan untuk mengurus Special Pass (dari Immigration & Checkpoints Authority Singapore) dan Paspor Perjalanan Sementara dari KBRI Singapore.

Tujuan pertama : Orchard Neighborhood Police Station Letaknya gak jauh dari MRT Somerset, di persimpangan Killiney Road. Kantor Polisinya cukup nyaman dan bersih, gue dan anak gue bisa duduk dengan nyaman sambil nunggu suami gue bikin laporan kehilangan. Polisi yang melayani pembuatan laporan itu juga cukup ramah dan informatif. Langkah selanjutnya adalah ke kantor imigrasi Singapore. Tapi berhubung udah sore, kita gak bisa ke sana…. kantor imigrasinya tutup jam 3.30 sore.

besok paginya, jam 8 pagi kita udah nangkring di Immigration & Checkpoints Authority (ICA) . Lokasi kantornya : 10,Kalllang Road. Persis di sebelahnya MRT Lavender, gampang banget lah akses ke sananya.
Ambil nomer antrian dulu…terstruktur bener deh. Untuk urusan paspor hilang sudah ditentukan kita harus pergi ke counter mana, lengkap dengan informasi ada berapa orang yang sedang antri untuk mendapatkan pelayanan. Karena masih pagi, kita gak menunggu terlalu lama.Kita langsung mengurus Special Pass ,itu semacam ijin keluar dari keimigrasian Singapore. Dokumen yang diperlukan diserahkan kepada petugas, apa yang harus kita lakukan juga dijelaskan dengan sangat jelas dan ramah pula. Kita disuruh balik lagi ke counter itu 1,5 jam kemudian. eh, ternyata belom nyampe waktu yg ditentukan kita udah dipanggil lagi….Special Pass kita udah jadi! cepet! tanpa keluar uang sepeser pun :)

Abis dari ICA kita langsung meluncur ke KBRI di Chatsworth Road. Nah, di sini memang sistemnya lumayan rapi sih…tapi kalo dibandingkan dengan di ICA tadi ya….masih harus lbh ditingkatkan (cieh..bahasanya normatif)
Tertulis di papan pengumuman—> Submission : 9-12 (untuk masukin dokumen jam 9-12 siang) kalo dokumen masuk sesudah jam itu, pemrosesan baru akan dilakukan hari berikutnya.
Waktu itu semua dokumen udah kita masukin sebelum jam 12, kirain paspor sementaranya akan keluar hari itu juga, eh ternyata baru besoknya. Sebetulnya sih gak masalah, tapi sayangnya petugas di sana gak memberikan penjelasan yg detail tentang mekanismenya. Mungkin terlalu sibuk kali ya. Memang cukup ramai sih di KBRI hari itu. Tapi sepertinya bukan cuma gue yang bingung dengan sistem pengurusan di sini, ada seorang ibu2 India yg lagi ngurus dokumen utk pembantunya,marah2 ….. “there is no system ethics here” nah… lo…gue gak tau deh tuh dia masalahnya gimana. Tapi beberapa kalipun gue juga ditanya sama org asing di mana loket utk mengurus ini itu. lah wong gue sendiri juga nebak2 :D
Akhirnya petugas memberi info bahwa paspor sementara gue akan keluar besok jam 11 siang. biaya untuk mengurus paspor : SGD $ 7 per paspor.
Apresiasi juga untuk KBRI sih, karena keesokan harinya paspor kita beneran jadi tepat jam 11 siang….sesuai janji. CIHUY! Sebetulnya lumayan rapi kok kerjanya KBRI, tapi ya itu mekanisme pengurusan harusnya lbh dijelaskan dengan detail supaya org yg baru pertama kali ngurus dokumen di situ jadi gak bingung :)

Akhirnya beres juga semua dokumen yang diperlukan untuk bisa pulang ke Indonesia, sampai di Changi semua domumen dicek lagi oleh petugas imigrasi Singapore. Mereka sempet tanya juga di mana kejadiannya kita kehilangan paspor, setelah selesai mereka dengan logat Malay bilang “Jangan jera berkunjung ke sini ya…lebih berhati2 ya..selamat jalan”

Gak tau kita yang beruntung mendapatkan petugas2 di Singapore yang ramah2 dan informatif atau memang itu adalah standar pelayanan publik yang diterapkan di Singapore. Yang jelas sih selama di Singapore gue mendapatkan pelayanan yang cukup ramah, informatif dan rapi.

oya, ini beberapa info web, alamat tempat2 utk mengurus dokumen perjalanan di Singapore. Kali aja suatu hari kalian memerlukan :

Immigration and Checkpoints Authority
10,Kallang Road
Singapore
www.ica.gov.sg —> web nya sangat amat lengkap deh, termasuk ada info kapan hari2 sibuk yang sebaiknya dihindari untuk mengurus dokumen :)

KBRI Singapura
7, Chatsworth Road
Singapore
www.kbrisingapura.com

Komunitas SABER Paku

Udah pernah denger Komunitas SABER Paku? Belom? sama…gue juga :D Hari ini gue di Pagi Jakarta gue ketemu dengan Pak Abdul Rohim dan Pak Siswanto. Mereka adalah dua orang dari keseluruhan 15 anggota yang dengan sukarela membersihkan jalan raya yang kita lewati sehari-hari dari ranjau paku. Komunitas ini bener2 relawan, karena mereka TIDAK DIBAYAR untuk melakukan hal ini.

Berikut obrolan singkat gue dengan Pak Abdul Rohim dan Pak Siswanto :

L : gimana sih Pak awalnya adanya komunitas ini?
AR : Saya pernah liat sendiri pengendara motor yang hampir celaka gara2 ranjau paku itu. Kebayang kalo yang naik motor itu lagi bonceng anak istrinya…kasian kan. Jadi ya kenapa gak saya melakukan sesuatu aja, menolong pengguna jalan yang lain.
S : Saya awalnya justru penasaran liat Pak Rohim mengambil paku2 di jalan pake magnet, setelah tau maksudnya…saya jadi ingin ikut membantu.

L : biasanya jam berapa mulai melakukan ‘pembersihan’ ranjau paku?
AR : jam 7 malem kita kumpul, mulai deh kita sisir jalanan. yang banyak itu di daerah Daan Mogot, Green Garden, Cideng sampai dekat daerah Istana Negara. Biasanya sih bisa sampe jam 1.30 dini hari baru selesai. Paginya kita kerja lagi cari nafkah

L : Pernah gak diintimidasi sama ‘pihak’ yang memasang ranjau paku tersebut?
AR: Bukan pernah lagi, sering! Tentunya mereka2 yg memasang ranjau paku itu gak suka kalo dengan apa yang kita lakukan. Pernah suatu hari, saya lagi sweeping…eh ada yg mau dengan sengaja nabrak saya pake motor. saya tau persis dia memang salah satu anggota komplotan yang memasang ranjau paku itu.

L : keluarga keberatan dgn kegiatan ini pak? kan udah ngorbanin waktu tidur, bahkan kadang nyawa jadi taruhan dan pengguna jalan sendiri belum mengapresiasi apa yang bapak-bapak lakukan.
S : Alhamdulillah keluarga sangat mendukung dan mengerti dengan kegiatan kami ini.
AR: Soal diapresiasi atau tidak, kita juga tidak mengharapkan apa2. Yang kita lakukan ini semata2 untuk menolong orang lain….lillahi ta’ala

Terus terang gue gak nyangka di Jakarta masih ada orang2 seperti Pak Abdul Rohim, Pak Siswanto dan teman2nya yang tergabung dalam komunitas ini. Orang-orang yang masih mau peduli dengan keselamatan pengguna jalan,setelah seharian bekerja mancari nafkah, waktu istirahatnya malah dipakai untuk membersihkan ranjau paku yang diletakkan orang2 yang ingin mendapatkan uang secara instan.Belum lagi ancaman yang mereka hadapi saat melakukan tugas mulia ini

Oya, sempet juga gue tanya ke mereka, apa tanggapan dari Polantas dan Dishub tentang aksi mereka ini? ternyata belum ada kerjasama, ini masih swadaya Komunitas Saber Paku. Alat2 yang dipakai (magnet) dibeli sendiri atau didapat dari donasi masyarakat yang peduli. Semoga sih Polantas dan Dishub di masa yg akan datang bisa memberi dukungan untuk kegiatan komunitas ini, kan memang harusnya tugas pemerintah untuk menjamin keselamatan warganya di jalan raya kan?

Bukan cuma aksi mereka yang bikin gue kagum, tapi kerendahan hati mereka sungguh ‘menampar’ . Kadang kita yang (merasa) sudah melakukan sesuatu yang baik, berusaha mati2an supaya banyak orang tau apa yang sudah kita lakukan. Tapi Komunitas SABER Paku, tidak begitu. They are REAL heroes, and REAL heroes never brag :)

Dalam semalam bisa terkumpul 34kg ranjau paku!

The Doctor!

20111007-135723.jpg

Foto2 yang gue compile di atas adalah satu alasan kenapa Valentino Rossi adalah rider motoGP idola gue.

Kalo patokannya soal skill, rider2 motoGP rata2 skill nya luar biasa. yaiyalah…kalo gak jago, mana bisa berlaga di kelas raja-raja itu bukan? Sebut aja Lorenzo, Stoner, Pedrosa, Dovizioso. Itu baru beberapa nama2 yang biasanya mendominasi barisan depan di tiap race motoGP. Spies, Simoncelli, Bautista, Abraham…mereka ini bisa dibilang anak baru di kelas para raja ini, tapi mereka gak bisa disebut anak bawang. Mereka seringkali membuat repot senior2 nya. Terutama Simoncelli :D

Rossi, menurut pendapat gue punya sesuatu yang sampai saat ini belum dimiliki rider lain. Di luar skill nya yang luar biasa, The Doctor tau persis bagaimana menghibur penonton motoGP. Rossi bukan tipe2 rider yang ngacir duluan saat race baru dimulai (Bukan nyindir loh ya iniiiiih :) ) Beberapa kali malah keliatannya Rossi sengaja ‘mainin’ rider2 yang berdekatan posisi dengannya saat race…dan memang saat Rossi masih menunggang motor yang lebih kompetitif, race motoGP jadi begitu hidup!
Foto2 di atas adalah beberapa contoh selebrasi seorang Valentino Rossi saat memenangi sebuah race. Banyak gimmick seru! ada Smow White lah, ada pin Bowling lah. Helm yang digunakan macem2. Ada beberapa gimmick yg berkesan buat gue:

Pertama yg bertema “Gallina Vecchia fa buon brodo” Helm lengkap dengan kaosnya–> ini artinya kira2 : ayam tua itu justru yang paling enak untuk dibuat kaldu. Peribahasa Italia gitu lah, yang kalo di kita mungkin searti dengan Tua-tua keladi kali ya. Rossi sadar diri banget bahwa dia udah gak muda lagi dibandingkan dengan rider2 motoGP lainnya, tapi toh dia jadiin issue usia itu jadi sebuah becandaan.

Satu lagi…kalian masih inget gak waktu race di Misano tahun 2009 Rossi pake helm donkey yg dari film SHREK ?
Itu gara2nya, Rossi jatoh pas di Indianapolis. Dia tau banget itu salahnya dia dan dia justru mentertawakan kebodohannya sendiri. ini kata2 The Doctor sendiri soal helm keledainya, yang diambil dari crash.net :

If anyone is wondering about my helmet – I have the donkey on it because in Italy, if you make a stupid mistake we say that you are a donkey.

As soon as I hit the ground at Indianapolis I thought what a donkey I was. Later I thought that would make a good helmet design for my home race.

So, I may have lost 25 points but I solved the problem of the helmet design for Misano!. think it’s very funny

9 times world champion, yet he’s willing to admit his mistakes and laugh. I salute him!

profit atau benefit

Dari dulu gue selalu kagum sama perusahaan-perusahaan besar yang punya kegiatan sosial. pas kuliah dulu, memang diajarinnya gitu sih…bahwa perusahaan itu punya tanggung jawab sosial untuk masyarakat. bentuknya bisa macem2, ada yang kasih kontribusi untuk penyelamatan lingkungan, kasih beasiswa, bantuan untuk bencana alam dan segala bentuk kegiatan non profit lainnya. Memang kebanyakan yang melakukan kegiatan CSR ( Corporate Social Responsibility ) adalah perusahaan besar…ya makanya namanya CORPORATE :D

terlepas dari adanya maksud jualan atau untuk pencitraan tapi toh, kegiatan sosial ini punya dampak yang baik untuk sebagian masyarakat. tentunya bujet yang dikeluarkan untuk kegiatan sosial ini juga sudah disisihkan dari sekian banyak keuntungan yang telah dihasilkan. tapi ya balik lagi….menurut gue tetap ada manfaat positif dari kegiatan ini.. jadi ya gak perlu dinyinyirin atau curiga melulu sih…ambil baiknya aja :)
( di postingan ini, gue gak membahas motif perusahaan melakukan CSR loh ya :D )

Kebayang gak sih, peusahaan di Indonesia ini kan banyak banget ya. mulai yang dari skala rumah tangga sampe yang skala internasional. kalo masing2 perusahaan punya kegiatan CSR dan konsisten dalam menjalaninya, dampaknya akan luar biasa loh.

waktu Holycow! berdiri, salah satu landasannya adalah mau memberikan kontribusi positif untuk masyarakat banyak. Mulai dari buka lapangan pekerjaan, yg InsyaAllah bisa meningkatkan kesejahteraan karyawan2 kita.Tapi kita juga mikir, kontribusi apa yg bisa kasih ke org banyak?

Akhirnya keluarlah ide #HolycowGivesBack , ini gerakan CSR warung kita. Awalnya kita bergerak dengan memberikan bantuan untuk korban bencana alam (Wasior, Mentawai dan Merapi). Terus kita mikir lagi…kasih kontribusi gak harus nunggu ada bencana alam dulu dong. Akhirnya kita kerjasama dengan Rumah Zakat, ada beberapa anak asuh yang kita biayai pendidikannya. Kenapa pendidikan? soalnya toh anak2 inilah yang nantinya juga akan jadi penerus bangsa kan? mereka berhak dan HARUS mendapatkan pendidikan yg layak. Sampai sekarang program in masih terus berlangsung, InsyaAllah bisa terus nambah jumlah anak asuhnya. Mohon doanya ya :)

Sempet ada yg bilang kegiatan #HolycowGivesBack ini aneh. Warung kecil yang belum tentu punya profit besar kok udah berani punya kegiatan sosial?
Justru itu! Kita percaya banget, dari awal usaha kita berdiri harus udah diniatin untuk bisa memberi kontribusi untuk orang lain, bukan cuma ngejar profit demi kepentingan sendiri aja. Kita yakin banget justru tanggung jawab sosial inilah salah satu faktor yang akan bikin kita terus semangat untuk berinovasi untuk memajukan usaha. Oya..satu lagi, tanggung jawab sosial ini juga menjaga kita supaya tetap melakukan usaha kita tetap dalam rel yang baik. jujur, dan tidak ‘menginjak’ pihak lain hanya demi meraih profit semata.

Jangan pernah takut berbagi dan memberi manfaat positif untuk orang lain,sedikit apapun yang kita berikan dampaknya pasti akan besar.

It’s not just about making a living, it’s making a difference.

Duile Ducati

Awal motogp musim 2011 mulai, semua orang mulai menebak-nebak bagaimana seorang Valentino Rossi bisa beraksi di atas tunggangan barunya : D U C A T I

Valentino Rossi dan Ducati bisa dibilang The Italian Dream Team , bayangan manis jadi juara dunia motoGP dengan paket lengkap Italia. Motor pabrikan Italia, rider kelas dunia asal Italia. Apalagi Ducati yang biasanya cenderung kaku dan tidak terbuka dengan pembaruan, kali ini beda. Valentino Rossi bahkan diijinkan untuk memboyong si opa Jeremy Burgess untuk membuat semua penyesuian yang diperlukan untuk menghadapi musim 2011 ini.

Tapi..apa yg terjadi? Tahun ini Rossi keliatan begitu berjuang, gak seperti taun-taun sebelumnya saat dia masih jadi rider Yamaha. Ducati seperti kehilangan kegarangannya. Lihat saja di awal musim, di sirkuit Losail-Qatar biasanya Ducati begitu merajai track ini…kok melempem. berbagai macam test dan modifikasi terus dilakukan sepanjang musim ini berlangsung. Mulai dari bikin GP11.1 lah, ganti chasis dari carbon fibre kembali ke semi aluminium lagi lah, dan banyak sekali percobaan2 lainnya. Yang sampai saat ini pun ternyata belum membuahkan hasil yang menggembirakan. Tercatat Rossi hanya mampu 1 kali naik podium di musim ini, itupun bukan juara.

Di twitter banyak banget komentar miring soal Rossi dengan Ducati nya, rata2 bunyinya begini : Ducati payah, Rossi udah tua. yah..pokoknya gitu deh…

Gue juga awalnya bingung sih liat Rossi dan Tim Ducati seperti kehilangan akal. Berbanding terbalik dengan Tim Repsol Honda yang tampak begitu kinclong tahun ini. Dari hasil ngobrol2 sama om Joni Lono Mulia dan Matteo Guerinoni gue banyak dapet info2 menarik yang mungkin berguna juga buat kalian yg baca blog ini. Eh, tapi kalo ada yang kurang tepat, silakan dibenerin ya..atau kalo kalian mau melengkapi juga monggo :)

Honda dari segi riset memang sangat total. Mereka pelajari gimana caranya Ducati bisa punya tenaga yang luar biasa ( yg dulu sangat terlihat saat berada di track lurus). Soal chasis, Yamaha yang paling juara, Honda pun mengulik gimana caranya motor mereka bisa belok di tikungan dengan stabil tapi saat keluar dari tikungan motornyapun tidak kehabisan tenaga. Hasilnya? Repsol Honda tahun ini performanya memang sangat baik. Satu2 nya pabrikan yang masih bisa menempel prestasi mereka ya cuma Yamaha..yang sangat beruntung punya rider yang luar biasa : Jorge Lorenzo. Ben Spies pun juga cukup bisa memberi perlawanan–>yang dilawan banyakan Simoncelli sih, cuma SuperSic kan geser tuh otaknya, jd menurut gue Spies cukup punya nyali :D

Kenapa Ducati waktu ada Stoner baik2 aja? sebenernya enggak juga. masalah Ducati dari dulu bahkan sampai musim ini adalah di front-end . Nah, denger2 sih rider style Stoner dulu cukup membantu untuk mengatasi masalah ini. Belum lagi, dulu sebelum masuk ke era single tyre supplier , Ducati bisa meng-costumize sendiri ban yang sesuai dengan karakteristik motor mereka. Sekarang? era single tyre supplier ? PR banget buat Ducati.

Kalo kalian perhatiin pas race, keliatan banget kok..Ducati ini manuvernya susah banget. kaya gak bisa belok gitu. ditambah lagi dengan dimensi motor Ducati yang kalo gak salah lebih bongsor dibanding dengan motor2 desain Jepang seperti Yamaha atau Honda.

Jadi untuk para Rossifumi di luar sana, memang sih jagoan kita ini udah gak muda lagi…tapi gue yakin banget faktor U bukan masalah utama. soal skill? rasanya kalo udah bisa juara dunia 9 kali sih, skill gak perlu dipertanyakan yak :)
PR Ducati memang masih banyak banget, tantangan besar bagi Rossi dan Ducati untuk bisa mewujudkan impian jadi juara dunia motoGP.

untuk musim ini, jelas Ducati gak akan berbuat banyak. sisa seri yang ada akan digunakan untuk melakukan test2 lagi untuk menghadapi musim 2012. mudah2an sih Ducati akan kembali kompetitif, supaya race motoGP juga bisa jadi lebih atraktif dan……bisa liat Valentino Rossi lagi di puncak podium!

20111005-160521.jpg

Autisme

Mungkin salah satu kebahagiaan orang tua adalah saat punya anak. Harapan semua orang tua, punya anak yang sehat, pinter dan bisa jadi kebanggaan orang tuanya kelak di kemudian hari.

Waktu gue hamil, udah kebayang akan ngapain aja sama anak gue kalo dia udah lahir nanti. mungkin bayangannya sama kaya kebanyakan ibu pada umumnya lah…

pas hamil, semuanya baik2 aja…malah cenderung sangat amat nyaman. gak ada mual2, makan juga banyak (makanya gue sampe naik 20 kilo!) , tapi pas melahirkan..ya..lumayan ‘seru’ sih.

gue diinduksi, proses kelahirannya makan waktu sampe 4 hari!!
Tapi Alhamdulillah, anak kita bisa lahir dengan selamat.

Anak kita tumbuh seperti layaknya anak2 lain, standar lah…semua perkembangan juga sesuai dengan patokan yang ada. Umur 12 bulan dia udah mulai bisa ngomong beberapa kata : gajah, apel, mama, papa….. gue seneng banget waktu denger kata2 sederhana itu.

memasuki bulan ke 18, ada keanehan yang terjadi. Anak gue kok jadi gak bisa ngomong lagi? dipanggil namanya pun dia tidak merespon. Matanya menerawang ke atas dan tidak fokus. Insting gue saat itu langsung bilang : ada yang salah nih…..

Anak gue bisa dibilang mengalami penurunan,yang tadinya bisa kontak mata, jd ilang. yang tadinya bisa ngomong, jd ilang. yang tadinya bisa merespon saat dipanggil jd ilang.

memang ada momentumnya yang jadi tanda saat menurunnya semua perkembangan itu, tapi gue gak akan tulis di sini…karena belum bisa dipastikan kebenarannya, tapi sudah bisa dipastikan menimbulkan kontroversi kalo gue tulis :D

eniweeeei….sebagai orang tua, tentunya kita bingung apa yang terjadi sama anak kita. mesti ngapain? harus ke mana?

pilihan pertama tentunya dokter anak, sekian banyak dokter anak kita datengin untuk mencari jawaban. Sebabnya apa, gak ada satu orang dokterpun yang bisa memberikan jawaban pasti. Tapi yang pasti, anak kita dikategorikan masuk dalam spektrum A U T I S M E

Kaget. Sedih. Bingung. Kita sama sekali gak tau apa itu Autisme, apa sebabnya, gimana penanganannya, bisa disembuhkan atau tidak. Sekedar catatan, Autisme itupun punya banyak spektrum dengan gejala yang macem2. Autisme memang bukan hal mudah, dokterpun belum bisa memberikan diagnosa atau bahkan solusi yang 100% tepat.

Segala macem dokter segala macem tempat terapi dengan macem2 metode yg beda, kita datengin. Semua cuma 1 tujuannya, memberi pertolongan sedini mungkin untuk anak kita.

Apa rasanya punya anak yang didiagnosa masuk dalam spektrum Autisme?
Awalnya kita sedih banget, apalagi kalo liat anak2 lain yang seusia anak kita udah bisa ngomong dengan lancar, bisa nyanyi, bisa nari….sementara anak kita untuk bilang mama atau papa aja perlu perjuangan. bahkan untuk bisa membuat kontak mata sebentar saja, itu perlu usaha keras.

Tapi kita mikir lagi, buat apa kita sedih? egois banget kalo kita sebagai orang tua terjebak dalam kesedihan yang sebetulnya gak perlu. kenapa egois? coba bayangkan perasaan si anak yg berada dalam kondisi Autisme, tentunya dia lbh mengalami kesulitan yang berkali2 lipat drpd orangtuanya kan? Sebagai orang tua, gue dan suami merasa perlu mengalihkan perasaan negatif itu menjadi energi positif dengan cari solusi untuk anak kita dengan menanamkan keyakinan ke anak kita, bahwa dia adalah anak yg istimewa dan kita akan sayangi dia dengan segala kondisinya.

Seorang teman baik kita pernah bilang gini “anak kalian ini akan ngajarin kalian banyak hal
Tadinya kita gak ngerti apa maksudnya. Tapi sekarang kita paham…..

Autisme ternyata memang membawa banyak sekali pelajaran berharga buat gue dan suami. Kita jadi belajar untuk menghargai hal-hal kecil. perkembangan sekecil apapun yang dicapai anak kita, sangat kita syukuri..ini yang namanya unconditional love . Dengan Autisme, kita belajar untuk bisa lebih sabar dan memahami orang lain. masih banyak orang2 di luar sana, yg gak tau autisme itu apa dan bahkan menjadikan autisme sebagai kata2 untuk lelucon…tapi ya itu…awalnya sih marah dan sedih, tapi kita belajar untuk menata hati sendiri, bukan memaksa orang untuk menjaga perasaan kita.

Satu pelajaran penting dari Autisme : Rencana Tuhan tidak pernah salah, apa yang sudah diciptakanNya tidak pernah sia-sia

We love you, Lil girl….no matter what :)

20110929-054335.jpg

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 36 other followers